Jumat, 22 April 2011

Membuat Kartesian Dengan Delphi

Membuat Kartesian menggunakan Delphi

- Buatlah form
- Isikan komponen – komponen berikut pada form :
1. Panel = Cartesian
2. Label6 = X
3. Edit1
4. Label1 = Kuadran 1
5. Label7 = Nilai X
6. Edit2
7. Label2 = Kuadran 2
8. Label8 = NilaiY
9. Edit3
10. Label3 = Kuadran 3
11. Label9 = Hasil
12. Bitbtn1 = OK
13. Label4 = Kuadran 4
14. Shape1
15. Bitbtn2 = Retry
16. Label5 = Y
17. Shape2
18. Bitbtn3 = Close

- Buatlah komponen tersebut menjadi seperti berikut :





- Tulislah program pada event onclick pada tombol OK :

procedure TForm1.BitBtn1Click(Sender: TObject);
var x,y:integer;
begin
x:=StrToInt(Edit1.Text);
y:=StrToInt(Edit2.Text);
begin
if ((x>0)and(y>0)) then
Edit3.Text:= 'Berada dalam Kuadran 1';

if((x>0)and(y<0))then Edit3.Text:=' Berada dalam Kuadran 2' ; if((x<0)and(y<0)) then Edit3.Text:=' Berada dalam Kuadran 3'; if((x<0)and(y>0)) then
Edit3.Text:=' Berada dalam Kuadran 4';

if((x=0)and(y=0)) then
Edit3.Text:=' ada dalam Titik tengah';

end;


- Untuk event Onclick pada tombol Retry, diisi perintah berikut :

procedure TForm1.BitBtn2Click(Sender: TObject);
begin
edit1.Clear;
edit2.Clear;
edit3.Clear;
end;

- Untuk event Onclick pada tombol Close, diisi seperti berikut:

procedure TForm1.BitBtn3Click(Sender: TObject);
begin
if messagedlg('Anda Ingin Keluar Aplikasi ini?',mtconfirmation,[mbYes,mbNo],0)=mrYes then
begin
application.Terminate;
end;


silahkan download disini
Selengkapnya...

Inputan IPK menggunakan Delphi


Membuat Inputan IPK menggunakan Delphi

- Buatlah form
- Isikan komponen – komponen berikut pada form :
1. GroupBox
2. Label1
3. Label2
4. Edit1
5. Bitbtn1 = OK
6. Bitbtn2 = Retry
7. Bitbtn3 = Close

- Buatlah komponen tersebut menjadi seperti berikut :






- Tulislah program pada event onclick pada tombol OK :

procedure TForm1.BitBtn1Click(Sender: TObject);
var
nilai: real;
begin
nilai :=StrToFloat(edit1.text);
if nilai>4.00 then
Label2.Caption:='perhitungan diluar jangkauan'
else
if nilai>=3.5 then label2.caption:='Sempurna (A)' else
if nilai>=3.00 then label2.caption:='Sangat Baik (B)' else
if nilai>=2.00 then label2.caption:='Baik (C)' else
if nilai>=1.00 then label2.Caption:='Mengulang (D)' else
Label2.Caption:='Ngulang Taun Ngarep YO Dap!!! (E)';
end;



- Untuk event Onclick pada tombol Retry, diisi perintah berikut :

procedure TForm1.BitBtn2Click(Sender: TObject);
begin
edit1.Clear;
Label2.Caption:='';
end;


- Untuk event Onclick pada tombol Close, diisi seperti berikut:

procedure TForm1.BitBtn3Click(Sender: TObject);
begin
if messagedlg('Anda Ingin Keluar Aplikasi ini?',mtconfirmation,[mbYes,mbNo],0)=mrYes then
begin
application.Terminate;
end;



download disini
Selengkapnya...

Rabu, 20 April 2011

Konsep Pemrograman

Program merupakan himpunan atau kumpulan instruksi tertulis yang dibuat oleh programer atau suatu bagian executable dari suatu software. Pemrograman suatu kumpulan urutan perintah ke komputer untuk mengerjakan sesuatu, dimana instruksi tersebut menggunakan bahasa yang dimengerti oleh komputer atau dikenal dengan bahasa pemrograman. Tahap pengembangan program menggunakan flowchart atau yang sering disebut dengan diagram alur data seperti gambar di bawah ini.






Flowchart

Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya. Gambaran ini dinyatakan dengan symbol. Dengan demikian setiap symbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan antara proses digambarkan dengan garis penghubung. Dua macam flowchart yang menggambarkan proses dengan komputer, yaitu:

a. System flowchart
Bagan yang memperlihatkan urutan prosedur dan proses dari beberapa file dalam media tertentu.
System flowchart menggambarkan :
1. Hubungan antar suatu file dengan file lainnya.
2. Media yang dipakai untuk setiap file.

b. Program flowchart
Bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan proses dalam suatu program.

Kaidah-kaidah Umum Pembuatan Flowchart

Dalam pembuatan flowchart tidak ada rumus atau patokan yang bersifat mutlak. Karena flowchart merupakan gambaran hasil pemikiran dalam menganalisa suatu masalah dengan komputer. Sehingga flowchart yang dihasilkan dapat bervariasi antara satu pemrogram dengan yang lainnya.
Namun secara garis besar setiap pengolahan selalu terdiri dari 3 bagian utama, yaitu:
1. Input,
2. pengolahan dan
3. Output
2.3 Data
Data adalah bahan mentah yang akan diolah menjadi informasi sehingga dapat dipergunakan oleh user atau pemakai. Tipe data yang biasa digunakan adalah :

1. Tipe Data Dasar : Merupakan tipe data primitif yang tidak terstruktur yang didefinisikan oleh bahasa pemrograman. Tipe data dasar dibagi menjadi lima bagian yaitu :

a) Tipe Data Numerik : disetiap bahasa pemrograman dapat dipastikan ada tipe data numerik yaitu menyimpan data berupa angka.
• Integer: Merupakan bilangan bulat positif dan negatif
• Subrang: Merupakan sebuah subtype dari tipe data integer dan terdiri dari urutan nilai-nilai integer dalam range yang tebatas.
• Floating-point Real: Biasa disingkat dan disebut tipe data riil.
• Fixed-point Real: Bilangan fixwd-pont direpresentasikan dengan urutan digit yang mempunyai panjang tetap dengan titik desimal diposisikan ditempat yang diberikan antara dua digit.
• Lain-lain: Tipe data lainnya adalah bilangan kompleks dan bilangan rational.
b) Enumerasi adalah suatu urutan list dari nilai-nilai yang berbeda.
c) Boolean adalah tipe data untuk merepresentasikan True atau False.
d) Character adalah tipe data untuk menyimpan rangkaian karakter.
e) Internationalization disebut I18N

2. Tipe Data Terstruktur : merupakan tipe data campuran dari berbagai tipe data dasar,
contohnya array, record, string, list dan file.
3. Tipe Data didefinisikan oleh Pemakai : tipe data ini biasanya disebut Enumerasi.
4. Tipe Data Penunjuk : contoh tipe data penunjuk adalah pointer.


Model Komputasi

Model Komputasi : adalah suatu kumpulan dari nilai dan operasi-operasi. Ada 3 dasar model komputasi :

1. Model Fungsional
Model perhitungan yang fungsional terdiri dari satu set nilai-nilai, fungsi dan operasi aplikasi, fungsi dan komposisi fungsi.

2. Model Logika
Logika model perhitungan terdiri dari suatu set nilai-nilai, definisi hubungan dan kesimpulan logis.

3. Model Imperative
Model perhitungan yang imperative terdiri dari satu set nilai-nilai yang mencakup suatu status dan operasi tugas-tugas untuk memodifikasi status tersebut.

Definisi Sintaks, Semantik dan Pragmatis

Sintaks : Aturan gramatikal / komposisi suatu program yang mengatur tata cara penulisan huruf, angka dan karakter lain.
Contoh :
Pada pembuatan program pascal antara 2 statement dipisahkan oleh ;
(titik koma) x:=1; x:=x+1;
Semantik: Mendefinisikan arti dari program yang benar secara sintaks dari bahasa pemrograman tersebut.
Contoh :
Pada pembuatan program c int vector[10] arti semantiknya akan menyebabkan ruang sebanyak 10
Pragmatis: Menguraikan derajat tingkat sukses dengan suatu bahasa pemrograman kepada model perhitungan dalam kegunaannya untuk para programer.

Prinsip-prinsip Desain Bahasa Pemrograman

a. Clarity, Simplicity dan Unity
Bahasa pemrograman harus dapat menolong programer untuk membuat suatu desain program jauh sebelum programmer melakukan coding. Kemudahan, kesederhanaan dan kesatuan merupakan suatu kombinasi yang membantu programmer mengembangkan suatu algoritma sehingga algoritma yang dihasilkan mempunyai kompleksitas yang rendah.

b. Orthogonality
Orthogonality menunjuk kepada suatu atribut yang dapat dikombinasikan dengan beragam fitur bahasa pemrograman sehingga setiap kombinasinya mempunyai arti dan dapat digunakan.

c. Kewajaran untuk Aplikasi
Bahasa pemrograman membutuhkan syntax yang tepat/cocok yang digunakan pada struktur program untuk merefleksikan struktur logika yang melandasi suatu algoritma.

d. Mendukung Abstraksi
Abstraksi merupakan suatu hal yang substansial bagi programmer untuk membuat suatu solusi dari masalah yang dihadapi. Kemudian abstraksi tersebut dapat dengan mudah diimplementasikan menggunakan fitur-fitur yang ada dalam bahasa pemrograman.

e. Kemudahan untuk Verifikasi Program
Verifikasi program merupakan hal penting bagi sebuah program karena dengan verifikasi yang mudah maka suatu program akan dengan mudah dibangun dan dikembangkan.

f. Lingkungan Pemrograman
Bahasa pemrograman yang mempunyai lingkungan pemrograman yang baik dan lengkap akan memudahkan programmer untuk mengimplementasikan abstraksi yang sudah disusunnya.

g. Portabilitas Program
Salah satu kriteria penting untuk proyek pemrograman adalah kemudahan program yang sudah jadi untuk dipindah-pindahkan dari komputer yang digunakan untuk membuat dan mengembangkan ke komputer lain yang akan menggunakannya.

h. Biaya Penggunaan
Biaya merupakan elemen penting dalam mengevaluasi suatu bahasa pemrograman.
Ada beberapa biaya yang dapat diukur yaitu :
1. Biaya Eksekusi Program
2. Biaya Translasi/kompilasi Program
3. Biaya Penciptaan, Testing dan Penggunaan Program
4. Biaya Pemeliharaan Program

Selengkapnya...

Perkembangan Teknologi Di Perbankan


Perkembangan Teknologi Informasi pada Perbankan



Dalam hal Informasi Teknologi (IT), hampir seluruh perbankan belum banyak memanfaatkan kemajuan dibidang IT. Hal ini dikarenakan keterbatasan SDM perbankan yang menguasai IT, ataupun keterbatasan ahli IT yang mengerti tentang mekanisme dan sistem kerja dari perbankan. IT merupakan investasi yang mahal, sementara kondisi keuangan perbankan saat ini belum se-established perbankan konvensional. Hal lainnya adalah belum adanya vendor yang berniat untuk berinvestasi dibidang perbankan.
Kurangnya inovasi di perbankan, keterbatasan IT, kurang kompetitifnya pembiayaan perbankan dan juga untuk meningkatkan kemampuan praktisi perbankan dalam membaca pasar dan mengedukasi nasabah tidak terlepas dari kualitas SDM dalam industri ini. Berdasarkan data yang terkumpul, kurang dari 50 persen SDM perbankan yang berlatar belakang. Sebagian besar SDM bank masih berlatar belakang konvensional. Lambannya industri pendidikan dalam mengantisipasi kebutuhan industri perbankan ini tidak terlepas dari keterlambatan lahirnya pendidikan dibandingkan dengan industri keuangan, keterbatasan publikasi maupun buku-buku serta ketiadaan linkage yang menghubungkan antara perbankan syariah dengan pendidikan hampir tidak terwujud. Padahal jika linkage antara pendidikan keuangan dengan lembaga perbankan dapat dibangun dapat dihasilkan sejumlah temuan-temuan baru yang akan sangat mendukung pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia.
Penerapan IT di perbankan mutlak diperlukan dalam memenuhi tuntutan nasabahnya, hal ini tidak hanya terkait dengan pangsa pasar yang terikat secara emosional tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan dalam proses manajemen dan produk-produk itu sendiri.Oleh karena itu, perbedaan produk dalam bank syariah perlu mendapat perhatian khusus serta memiliki konsep security networking yang kuat sehingga menciptakan image yang baik dalam keamanan dan kenyamanan ekonomi.



Fasilitas Perbankan

Dalam memenuhi ‘tuntutan’ kemudahan tersebut yang diterjemahkan sebagai layanan kepada nasabahnya, tentunya Bank juga dituntut untuk mengutamakan faktor keamanan bertransaksi dengan menggunakan layanan tersebut. Salah satu faktor penting dalam memenuhi tuntutan pengamanan ini adalah dalam hal penyediaan teknologi kartu yang digunakan.
Kartu ATM, kartu debit ataupun kartu kredit yang diterbitkan oleh Bank saat ini mayoritas masih menggunakan jenis dan teknologi kartu yang sama, yaitu kartu dengan magnetic stripe. Kartu dengan magnetic stripe adalah kartu yang di bagian sisi belakangnya terdapat strip magnetik yang digunakan untuk menyimpan data. Setiap kali kartu tersebut digunakan untuk bertransaksi, maka perangkat CAD (Card Accepting Device) akan membaca data yang ada di magnetic stripe tersebut dan kemudian mengirimkannya ke pusat komputer pengolah (Host).
Strip magnetik mampu menyimpan data-data penting untuk pemrosesan lebih lanjut, tapi jumlah kapasitas penyimpanannya sangat terbatas, yaitu hanya beberapa puluh bytes saja. Strip magnetik biasanya terbagi menjadi 3 bagian (Track), yaitu Track 1, Track 2 dan Track 3. Pada standard yang digunakan oleh kalangan perbankan, data Track 2 adalah data yang paling penting, karena pada track tersebut tersimpan data nomor kartu yang menjadi key identitas seorang nasabah. Sementara Track 1 dan Track 3 seringkali tidak digunakan.
Proses pengenalan dan pemeriksaan kebenaran kartu, akan dilakukan oleh komputer Host setelah menerima kiriman data yang disampaikan oleh CAD. Pada transaksi kartu kredit, selain pemeriksaan keabsahan kartu yang dilakukan oleh Host, dilakukan juga pemeriksaan keabsahan pemegang kartu yang dilakukan secara manual yaitu dengan cara melihat tanda tangan atau foto yang tertera pada kartu. Dengan mekanisme pengecekan seperti di atas, dan mudahnya algoritma penomoran kartu ditiru, maka tingkat keamanan penggunaan kartu dengan magnetic stripe menjadi rendah. Dengan peralatan yang relatif sederhana, sebuah kartu magnetic stripe dapat dengan mudah dan cepat digandakan.
Data dari Assosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), dengan jumlah penerbit kartu kredit (issuer) pada tahun 2007 sebanyak 21 institusi, dengan lebih dari 9 juta kartu kredit yang beredar di masyarakat, tingkat pemalsuan atau penyalahgunaan kartu (fraud) yang terjadi adalah sekitar 35 milyar rupiah per tahunnya. Dari jumlah fraud di atas, fraud terbesar adalah dalam bentuk pemalsuan atau penggandaan kartu (Counterfeit).
Selain dari kegiatan counterfeit, kegiatan fraud juga dapat dilakukan dengan cara:
• Pencurian dompet, buku cek, kartu debit atau kartu kredit
• Perubahan alamat account oleh pelaku kriminal
• Pencurian informasi dari rumah oleh teman, relasi atau lainnya
• Pengiriman email/sms/telepon dan berpura-pura sebagai pihak Bank/pihak terpercaya untuk mencari tahu informasi yang bersifat privasi
• Melalui hacking, virus dan spyware komputer atau mesin ATM
• Pelanggaran data di sekolah, toko retail, bank, rumah sakit atau pihak lain yang memiliki akses pada informasi pribadi
• Pegawai yang memiliki akses pada data pribadi
• Kriminal yang menyadap pembicaraan di sarana umum
• Melalui metoda baru dan berbeda yang terus dikembangkan oleh pelaku kriminal

(Sumber: 2007 Identity Fraud Report, Javelin Strategy & Research)

Dari cara-cara fraud diatas, benang merah yang didapat dalam hal proses penyalahgunaan kartu adalah didahului dengan mendapatkan informasi penting terkait dengan pemegang kartu, dan kemudian membuat kartu tiruan dengan data-data penting tersebut. Setelah itu jadilah sebuah kartu magnetic stripe yang dapat digunakan untuk bertransaksi. Dengan demikian, cara untuk mengurangi atau menghambat proses pembuatan kartu palsu yang dirasakan paling efektif adalah pembuatan kartu dengan teknologi dimana proses penulisan data ke kartu dan pemeriksaan keabsahan dilakukan dengan cara yang tidak mudah atau rumit untuk dilakukan. Untuk itu teknologi saat ini yang tepat adalah penggunaan teknologi Chip Card atau Smart Card. Atas dasar itu, pihak Visa International dan MasterCard, dua penyelenggara system pembayaran internasional dengan menggunakan kartu kredit, mewajibkan perpindahan (migrasi) dari kartu berbasis magnetic stripe menjadi berbasis smart card sejak tahun 2007. Demikian juga halnya dengan Bank Indonesia, yang melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 7/52/PBI tanggal 28 Desember 2005 Tentang APMK (Alat Pembayaran Menggunakan Kartu), telah mewajibkan Bank Penerbit Kartu untuk segera melakukan migrasi ke chip card paling lambat akhir 2009.


Teknologi smart card

Smart Card adalah suatu jenis kartu yang didalamnya ditanami integrated circuit (IC) yang dapat digunakan untuk menyimpan dan mempertukarkan data. IC yang digunakan dalam Smart Card adalah berupa microchip yang dapat melakukan pemrosesan data dan menyimpan ribuan bytes data. Jadi dari prinsip kerjanya yang dapat melakukan pemrosesan data yang cukup komplex, Smart Card dapat dianalogikan sebagai perangkat komputer mini namun tanpa layar display dan keyboard.
Dibandingkan dengan teknologi yang digunakan oleh kartu magnetic stripe, Smart Card mempunyai ketahanan yang lebih baik dalam hal penyimpanan data identitas pemegang kartu maupun data penting lainnya. Pada Smart Card juga diterapkan system security yang memproteksi data atas berbagai ancaman keamanan (security threats), dari yang sederhana seperti kelalaian penyimpanan password oleh pemegang kartu, hingga kemungkinan penyusupan (hacking) dari pihak yang tidak berwenang.
Dari sisi kemampuan penyimpanan data, kemampuan Smart Card berada jauh diatas kemampuan kartu magnetic stripe. Hal ini dikarenakan IC yang digunakan dalam kartu smart card dapat digunakan untuk menyimpan data hingga ribuan bytes. Dan jumlah data yang dapat disimpan akan berkembang terus seiring dengan perkembangan teknologi.


Sistem Keamanan Data

Pada system Smart Card, dimana penggunaan utamanya adalah untuk kegiatan bertransaksi, penerapan prinsip-prinsip keamanan mencakup keamanan bertransaksi adalah suatu hal yang wajib. Prinsip keamanan tersebut yaitu:

1.Data Integrity

Fungsi ini yang akan memastikan bahwa data di catatan dokumen (yang tercatat di Smart Card) dan data transaksi telah diperiksa dan dikonfirmasi kebenaran isinya, sejak awal transaksi hingga akhir.

2.Authentication

Fungsi ini akan melakukan pemeriksaan, kemudian mengkonfirmasi bahwa pihak-pihak yang terkait dalam transaksi atau pertukaran data (value) adalah pihak-pihak yang memang dituju atau berwenang.

3.Non-Repudiation

Fungsi ini untuk memastikan pelaku-pelaku transaksi dan menghindari kemungkinan bantahan dari pelaku transaksi dengan cara melakukan verifikasi digital signature yang terdapat dalam data transaksi, dan memastikan bahwa data tersebut cocok (match).

4.Authorization and Delegation

Fungsi Authorization (otorisasi) adalah proses yang memberikan hak akses atas data tertentu dalam suatu system.
Sementara Delegation (delegasi) adalah pemanfaatan pihak ketiga, yaitu Cerificate Authorities, untuk melakukan pengaturan dan mensertifikasi setiap pihak yang terlibat dalam system. Dalam system Smart Card yang menggunakan EMV sebagai protocol transaksi, system keamanannya akan mencakup hal sebagai berikut:

5.CAM – Card Authentication Method

Yaitu mekanisme yang digunakan untuk mencegah pemalsuan kartu dan pengubahan data di dalam chip.

6.CVM – Cardholder Verification Method

Yaitu metoda verifikasi untuk melakukan pengecekan apakah pemegang kartu adalah pihak yang memang mempunyai hak untuk menggunakan kartu tersebut. Metoda verifikasi yang digunakan dapat ditentukan oleh Issuer apakah menggunakan PIN atau cara lain. Jika menggunakan PIN, verifikasi dapat dilakukan secara offline maupun online.

7.On-line Card and Issuer Authentication

Yaitu mekanisme dimana kartu dapat diotentifikasi oleh Issuer secara online dan sebaliknya kartu pun dapat melakukan otentifikasi terhadap Issuer yang memberi response.

8.Non-repudiation of transactions

Yaitu mekanisme yang menggunakan PKI (Public Key Infrastructure) untuk memverifikasi bahwa pelaku transaksi telah menggunakan key yang valid yang telah di-assign untuk pelaku transaksi tersebut.

9.Secure script delivery

Yaitu mekanisme pengiriman perintah khusus kepada kartu untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Issuer. Misalnya untuk melakukan pemblokiran kartu dan lain sebagainya.


Implementasi Smart Card di Indonesia

Sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang tertuang dalam PBI No. 7/52/PBI tanggal 28 Desember 2005 Tentang APMK, yang mencakup Kartu ATM, Kartu Debit, Kartu Kredit dan Kartu Prabayar, implementasi Smart Card di Indonesia akan dimulai dengan penggantian kartu magnetic stripe pada kartu kredit menjadi kartu dengan chip atau Smart Card. Dalam ketentuan yang sama, Bank Indonesia juga telah menghimbau untuk segera dilakukan migrasi ke Smart Card untuk kartu ATM, kartu Debit dan kartu Prabayar. Dengan demikian nantinya semua fungsi yang basic ada pada kartu kredit, kartu ATM, kartu debit ataupun kartu prabayar juga akan diterapkan di kartu Smart Card.
Fungsi-fungsi basic tersebut adalah:
- Fungsi pembelian di toko (merchant)
- Fungsi penarikan uang tunai di ATM
- Fungsi pengecekan saldo di ATM
- Atau fungsi-fungsi lain yang sudah ada di ATM saat ini


Pemanfaatan Smart Card lebih lanjut
Selain fungsi basic seperti yang disampaikan di atas, Smart Card juga dapat digunakan untuk berbagai bidang, khususnya pada bidang-bidang yang memerlukan penyampaian informasi secara cepat, penyampaian data dari satu pihak ke pihak lain ataupun bidang yang menerapkan system keamanan yang tinggi.
Smart Card dapat diaplikasikan pada bidang-bidang seperti berikut:

Loyalty dan Stored Value

Pemanfaatan mayoritas dari Smart Card adalah stored value, yaitu penyimpanan data/value, yang biasanya juga dikaitkan dengan program Loyalty, yaitu program untuk mencatat dan memberikan reward kepada pelanggan yang sering melakukan pembelian.
Aplikasi Stored Value akan menyimpan sejumlah nilai (value) dalam memori Smart Card yang dapat digunakan atau ditukarkan dengan barang atau layanan tertentu. Penggunaan aplikasi Stored value dirasakan lebih efisien, aman dan nyaman bagi pelanggan. Contoh implementasinya adalah seperti pembayaran parkir, toll, untuk pembelian games ataupun untuk pembatasan pembelian BBM.

E-Commerce

Penggunaan Smart card di layanan e-Commerce dapat membantu dalam proses perekaman data transaksi dan penggunaan kartu untuk melakukan pembelanjaan dengan aman. Penggunaan Smart Card dalam aplikasi E-Commerce dapat berupa implementasi kartu kredit ataupun micro-payment, dimana dapat digunakan untuk bertransaksi dengan nilai yang sangat kecil.
Layanan Kesehatan
Smart Card dapat digunakan untuk melakukan pencatatan data kesehatan pemegang kartu, sehingga pemegang kartu dapat melakukan pemeriksaan di berbagai rumah sakit yang berbeda, dan pihak rumah sakit dapat menelusuri sejarah kesehatan pemegang kartu, sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat.

Network Security

Pemanfaatan jaringan publik atau internet untuk melakukan transaksi, dapat lebih ditingkatkan keamanannya apabila menggunakan Smart Card.
User dapat diidentifikasi dan diberikan otorisasi hak akses atas informasi tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya.
ID card dan akses pada area tertentu
Pembatasan hak akses atas area atau ruangan tertentu di kantor atau pabrik yang dapat dilakukan dengan penggunaan Smart Card sebagai ID card, dimana setiap penggunaan hak akses akan tercatat dalam system dan digunakan untuk melakukan evaluasi, tracing atau hal lainnya.


Kendala Implementasi

Menilik dari tingginya tingkat penyalahgunaan kartu berbasis magnetic stripe, implementasi Smart Card di Indonesia merupakan hal yang cukup mendesak. Namun implementasi tersebut tidaklah tanpa kendala. Kendala utama yang dihadapi oleh kalangan perbankan Indonesia adalah kendala kebutuhan investasi dan biaya yang diperlukan untuk keperluan migrasi ini yang ternyata sangat tinggi.
Dengan memperhitungkan dan mengasumsikan hal-hal sebagai berikut:
• harga 1 buah kartu Smart Card sekitar US$ 1
• biaya upgrade terminal ATM agar dapat melakukan pembacaan kartu Smart Card sekitar US$ 1.000 per terminal
• biaya upgrade terminal EDC agar dilengkapi dengan smart card reader sekitar US$ 300 per terminal
• biaya upgrade aplikasi back office agar dapat mengenali transaksi yang menggunakan smart Card sekitar US$ 100.000
• biaya pelatihan SDM agar mempunyai pemahaman yang cukup tentang smart card sebesar US$ 1.000 per orang

maka jika sebuah Bank kelas menengah dengan 500 karyawan yang terlibat langsung dalam pelayanan nasabah, dan mempunyai 100 buah mesin ATM, 500 buah mesin EDC dan 10.000 nasabah, maka minimal dibutuhkan dana sebesar US$ 860.000, yang jika dikonversi dengan menggunakan nilai Rp. 9.200 per US$ 1, maka nilainya adalah sekitar Rp. 7,9 miliar.
Lalu, mengapa Bank Indonesia menghimbau, atau bahkan mewajibkan Bank-Bank di Indonesia untuk melakukan migrasi ke Smart Card ? Tidak lain tidak bukan alasannya adalah untuk mengantisipasi dan menghindari kerugian yang lebih besar dari penyalahgunaan kartu, yang semakin hari semakin tinggi dan semakin canggih.
Ketentuan Bank Indonesia dalam hal ini pada akhirnya bertujuan untuk melindungi industri perbankan itu sendiri dan tentunya juga melindungi konsumen perbankan dalam hal ini adalah nasabah Bank.
Potensi penyalahgunaan kartu di Indonesia, dimana pelakunya ditenggarai adalah sindikat internasional, memang diakui cukup tinggi. Data di Bank Indonesia mencatat pada tahun 2006, nilai penyalahgunaan kartu yang terjadi sebesar Rp. 36 miliar. Sementara pada bulan Februari 2008 ini kepolisian RI berhasil menemukan 7.000 kartu kredit palsu yang sebagian diantaranya sudah digunakan di berbagai negara.


Potensi Pengembangan Layanan

Disamping tingginya investasi dan biaya yang diperlukan, ternyata dengan penggunaan Smart Card, ada banyak potensi pengembangan layanan yang bisa dilakukan oleh Bank dalam rangka meningkatkan revenue berbasis fee (fee based income).
Potensi pengembangan layanan yang dapat dilakukan Bank antara lain adalah sebagai berikut:

• Pengelolaan system pembayaran toll.

Dalam hal ini pada kartu Smart Card yang sudah dimiliki nasabah dapat diinstall aplikasi untuk pembayaran toll, yang akan secara otomatis mengurangi (deduct) saldo yang disimpan di kartu tersebut. Atas layanan ini Bank juga berkesempatan untuk mengendapkan dana yang
terkumpul sebelum diserahkan kepada pengelola jalan toll.

• Pembayaran atau Pembelian retail

Smart Card yang diterbitkan oleh Bank dapat juga berfungsi sebagai alat pembayaran atau pembelian dengan nilai uang yang kecil, seperti pembayaran parkir, pembelian token untuk bermain games, transaksi di internet, melakukan donasi dan lain-lain.

• Loyalty Programme

Smart Card digunakan untuk menyimpan dan mencatat setiap transaksi yang digunakan oleh nasabah, yang kemudian nilai yang terkumpul yang tercatat di Smart Card dapat digunakan untuk melakukan transaksi lain. Dengan layanan ini, Bank bisa mengelola dana yang terkumpul dan sekaligus menjadi program untuk melakukan retensi nasabah.
Semua layanan di atas memungkinkan Bank untuk mendapatkan revenue tambahan dari fee yang didapat, yang secara tidak langsung dapat digunakan dan diperhitungkan untuk mengembalikasn investasi yang sudah dikeluarkan untuk dapat menerbitkan dan mengelola system Smart Card.
Jika diasumsikan untuk setiap layanan Bank akan mendapatkan fee sebesar Rp. 3.000,- per transaksi, maka Bank dengan 10.000 nasabah dapat menghasilkan revenue tambahan sebesar Rp. 360juta per tahun untuk satu jenis layanan.



Teknologi pada Bank

Sekarang bisa kita menikmati kemudahan dari jasa bank melalui teknologi internet, baik melalui internet banking, sms transaksi dan lain sebagainya, keuntungan kompetitif dari bank dan lembaga keuangan akan sangat tergantung pada kemampuan teknologi untuk melaksanakan proses bisnis, mengelola risiko dan menyediakan layanan pelanggan yang sangat baik.
Biaya merupakan masalah ketika berinvestasi di IT hardware dan software. Sebagai bagian dari strategi biaya mereka, bank menerapkan proses bisnis outsourcing.Berbagai software perbankan digunakan dalam penerapan teknologi ini, dan banyak vendor menawarkan untuk kemajuan teknologi pada bank, dibawah ini beberapa software perbankan dan vendor nilai tertinggi yang digunakan oleh bank :

1. CRM Customer Relationship Management

Manfaat dari CRM termasuk pengurangan biaya perjalanan, crm video untuk komunikasi tatap muka desktop, kolaborasi diperbaiki dengan pelanggan Anda, meningkatkan layanan pelanggan, cross-selling dan pintar pengambilan keputusan.
Perangkat lunak CRM memungkinkan bank untuk mengumpulkan data tentang pelanggan mereka. Dengan ini, bank dapat membuat profil pelanggan atau melihat, seperti: berbagi dompet, aset, akun, kredit sejarah dan banyak lagi. solusi crm Vendor kategori termasuk perbankan inti, erp, e-crm, manajemen kontak dan crm analitis.

2.Siebel Systems Inc

Siebel Systems adalah penyedia terkemuka di dunia manajemen hubungan pelanggan (CRM) dan penyedia solusi terkemuka aplikasi untuk intelijen dan integrasi bisnis berbasis standar.
Produk: Siebel Customer Relationship Management (CRM) Solutions, Karyawan Relationship Management (ERM)
Pelanggan: AMP Jasa Keuangan, Deutsche Bank, Profil DHL, Investasi Fortis, Honeywell
software keamanan
Bank menggunakan software keamanan untuk melindungi terhadap virus, spyware, dan program keystroke logger menguping. Perangkat lunak keamanan juga dapat melindungi akses jarak jauh melalui teknologi SSL VPN, LAN perlindungan dan perlindungan identitas pencurian seperti phishing.
Berikut contoh perusahaan perangkat lunak keamanan informasi terbaik.

3. WholeSecurity

Keyakinan WholeSecurity Online ™ solusi menggunakan teknologi pendeteksi patent-pending perilaku yang secara otomatis mengidentifikasi dan menghilangkan ancaman dikenal baik dan yang tidak diketahui tanpa membutuhkan pengguna untuk menginstal atau memperbarui tanda tangan.

4. E-Business

Manfaat dari infrastruktur E-Business dalam industri perbankan dan keuangan adalah: transaksi elektronik dan dijamin infrastruktur pembayaran. Berikut adalah beberapa vendor terkemuka untuk solusi infrastruktur E-Business.

5.IBM Global Services

Menyediakan keamanan dan privasi keahlian konsultasi.
Solusi: IBM konsultasi keamanan, integrasi sistem dan elektronik penggambaran pembayaran tagihan dan pemberdayaan aplikasi.
Studi Kasus: IBM Global Services menyediakan keamanan dan privasi keahlian konsultasi, menerapkan Identrus siap Elektronik Bill penggambaran dan Pembayaran (EBPP) aplikasi, serta integrasi sistem dan manajemen proyek kepada Deutsche Bank. Mobile dan teknologi nirkabel Bluetooth memungkinkan bank untuk memuaskan klien yang menuntut informasi real-time dan aksesibilitas pembayaran mobile. Berikut adalah beberapa teknologi nirkabel dan solusi bagi perusahaan dari sumur dihormati dan vendor perusahaan.

6.Nokia

Nokia adalah pemimpin dunia dalam komunikasi selular, mendorong pertumbuhan dan kesinambungan industri mobilitas yang lebih luas. Nokia didedikasikan untuk meningkatkan kehidupan masyarakat dan produktivitas dengan menyediakan mudah digunakan dan produk-produk inovatif seperti ponsel, dan solusi untuk pencitraan, games, media, operator jaringan mobile dan bisnis. Nokia adalah perusahaan yang secara luas dimiliki dengan listing di bursa lima besar.
Solusi: Nokia Mobile Konektivitas solusi unik menyediakan portofolio solusi komprehensif tingkat sistem yang memungkinkan pengembalian atas investasi yang cepat dan keunggulan kompetitif berkelanjutan untuk perusahaan. Usaha sekarang mampu menyediakan 'perangkat apapun kepada konten' akses, terlepas dari perangkat atau jenis jaringan konektivitas - sementara pada saat yang sama, memanfaatkan jaringan yang ada, keamanan dan investasi aplikasi.
• back office
Ruang lingkup perangkat lunak back office dan solusi mencakup: biaya berbasis aktivitas, manajemen aset, balanced scorecard, pengolahan data, analisis profitabilitas dan banyak lagi. Berikut ini adalah daftar vendor populer, produk dan sumber daya tambahan.
• SunGard Sistem Manajemen Aset
SunGard Asset Management Systems menyediakan rangkaian lengkap solusi manajemen aset kepada lembaga-lembaga keuangan global, lembaga pengelolaan aset daerah, bank-bank komunitas, penasihat investasi, yayasan, dan fidusia.
Produk: AddVantage, Charlotte ®, Jasa Kustodian SunGard, Global Plus, Plus Global ® IC, Solusi Kantor kasih sayang dan Keluarga, Pajak SunGard reclaims Layanan, Seri 7 dan 11 Trustware Trustware.
• Acorn Systems
Acorn Systems adalah 100% difokuskan pada analisis biaya dan profitabilitas. Acorn Systems menyediakan data biaya dan laba ke ratusan perusahaan dan organisasi termasuk Citigroup, Supervalu, Sysco Makanan, Charles Schwab, Fisher Ilmiah dan banyak lainnya. solusi inti Acorn Systems memberikan kepada nasabah untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja organisasi mereka.
Selengkapnya...

Pemrograman Dasar Mencari Cartesian

Syntax Pembuatan Cartesian Menggunakan Pascal

uses wincrt;
var x,y:integer;
jawaban:char;
begin
repeat
clrscr;
begin

writeln('program menentukan kuadran dari x dan y ');
writeln(' |y');
writeln(' |');
writeln(' kuadran 2 | kuadran 1');
writeln(' |');
writeln(' |');
writeln(' _________ | _________ x');
writeln(' |');
writeln(' |');
writeln(' kuadran 3 | kuadran 4 ');
writeln(' |');
writeln(' |');

write(' Masukkan Koordinat X : ');readln(x);

write(' Masukkan Koordinat Y : ');readln(y);

if ((x>0)and(y>0)) then;
writeln(' Berada dalam Kuadran 1');


if((x>0)and(y<0))then writeln(' Berada dalam Kuadran 2') else if((x<0)and(y<0)) then writeln(' Berada dalam Kuadran 3') else if((x<0)and(y>0)) then
writeln(' Berada dalam Kuadran 4')

else if((x=0)and(y=0)) then


writeln(' ',x,' dan ',y,' ada dalam Titik tengah');
writeln ('apakah anda ingin mencoba lagi lagi(Y/T);');
readln(jawaban);
end;
until (jawaban='T');
donewincrt;

end.





Hasil Dari Syntax Diatas










download disini



Selengkapnya...